Sikapi Hoax, Pelajar NU Jangan Mudah Terprovokasi

0
198
Ketua PC IPNU Kudus M. Chasan Fauzi

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Maraknya informasi bernada hoax dan ujaran kebencian dalam media sosial mengundang keprihatinan pelajar. Karenanya, pelajar terutama anggota IPNU-IPPNU dihimbau tidak mudah percaya dan terprovokasi.

Demikian disampaikan ketua Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus M. Chasan Fauzi kepada Suaranahdliyin.com, Kamis (1/11/2018) menyikapi banyaknya informasi hoax yang beredar melalui dunia maya maupun nyata belakangan ini.

Menurut Fauzi, media sosial yang seharusnya menjadi alat bantu untuk menyerap informasi positif yang mencerdaskan telah banyak disalahgunakan seseorang ataupun kelompok yang tak bertanggung jawab. Kelompok ini telah menjadikan medsos sebagai ruang untuk doktrinasi dan menebar ujaran kebencian.

“Bahkan tidak jarang informasi yang disajikan adalah informasi yang sumbernya tidak jelas asalnya.”ujar ketua yang baru terpilih pada Konferensi IPNU Kudus awal Oktober lalu.

Ia mengajak kepada pelajar (anggota IPNU-IPPNU) supaya bisa memanfaatkan media sosial untuk hal positif termasuk sebagai sarana memperkaya literasi digital. Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar, croscek dahulu kebenarannya.

“Yang terpenting adalah budayakan membaca secara tuntas dan tidak sepotong-potong agar kita bisa mengerti berita atau informasinya secara utuh.”tandas Fauzi.

Disamping itu, lanjut dia, pelajar dan siapapun harus lebih jeli dan bijaksana dalam menggunakan medsos sehingga tidak mudah terprovokasi. Terlebih lagi menghadapi tahun politik, banyak godaan yang menghantui kaum pelajar.

“Kita perlu mengedepankan tabayun terkait kebenaran dan keaslian sebuah berita atau informasi, supaya lebih bijak. Jika menghadapi masalah, jangan mengedepankan kekerasan,”tegas Fauzi.(adb)

Comments