Ratusan Warga Getassrabi Peringati Haul Mbah Syarifah Fatimah

0
258
Pergantian luwur makam mbah Syarifah Fatimah (mbah Plintheng) menjadi awal peringatan Haul sosok cikal bakal dukuh Karaan

KUDUS,Suaranahdliyin.com –Ratusan Warga dukuh Karaan dan Srabi Kidul desa Getassrabi Gebog Kudus memperingati haul Mbah Syarifah Fatimah binti Sayyid Thoha atau yang biasa dikenal mbah Plinteng. Mereka mengadakan ragam kegiatan yang diikuti kiai, tokoh dan warga kedua dukuh tersebut.

Diawali dengan ziarah dan pergantian kain luwur di komplek makam Mbah Plinteng, Ahad (4/11/2018). Siang harinya dilanjutkan kirab budaya yang diikuti 300 peserta dari elemen masyarakat.

Ragam penampilan kreasi seperti gunungan hasil bumi, nasi kepel yang dibawa 21 kontingan menyusuri jalan dukuh Karaan. Usai kirab, mereka ngalap berkah berebut gunungan nasi kepel .

Mereka yang mengikuti kirab, diantaranya pasukan pengibar bendera yang membawa merah putih dan panji-panji NU disusul pembawa gunungan, kelompok terbang papat jamiyah-jam’iyah dukuh Karaan. Disusul santri Madrasah Diniyyah Roudlotul Muta’allimin, SMK NU Al Hidayah, SDN 3 Getassrabi, TK Pertiwi, RTQ Darussalam, dan TPA Abatatsa.

Kirab budaya dengan mengarak gunungan hasil bumi dan nasi kepel memeriahkan peringatan Haul Mbah Syarifah

Ketua panitia M. Nailash Shofa mengatakan tujuan kirab budaya ini untuk mengenang jasa ulama terdahulu khususnya mbah Syarifah Fatimah atau yang biasa dikenal mbah Plinteng. “Kirab juga untuk  mempersatukan semua masyarakat khususnya masyarakat dukuh Karaan dan Srabi Kidul.”ujarnya.

Shofa menuturkan mbah Plinteng merupakan sosok perempuan darah biru dari mataram yang menyebarkan agama Islam hingga sampai desa Getassrabi tepatnya di dk.Karaan. Para sesepuh desa, waktu sowan  Habib Luthfi bin Yahya, kata Shofa, mendapat penjelasan bahwa mbah Syarifah Fatimah memmpunyai ilmu kesaktian yang bisa melompat kesana-kemari dengan cepat sehingga mendapat julukan Mbah Plinteng.

“Warga memperingati Haul mbah Syarifah Fatimah setiap tahun sekali pada akhir bulan Shafar (kalender hijriyyah).”terangnya.

Usai kirab, warga berebut gunungan nasi kepel.

Disamping pergantian luwur dan kirab budaya, haul dirangkai dengan kegiatan Khotmil Al-Qur’an estafet 300 meter di sepanjang jalan menuju makam mbah Syarifah pada Rabu (7/11/2018) pagi tadi.

Haul ditutup dengan pengajian umum bersama KH. Idham Cholid (Demak) di Komplek makam mbah Syarifah dukuh Karaan, Rabu malam nanti (7/11/2018).(adb/ros)

Comments