Pesantren Harmoni Srawung Kampung

0
307

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Kudus bersama dengan Wadah Gerakan Santri Indonesia (WG Sanindo) dan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kudus, menyelenggarakan Pesantren Harmoni Srawung Kampung (PHSK) dengan mengusung tema “Plan of Action Santri Indonesia”, Ahad (29/10/207).

Nur Said, kepala PSG STAIN Kudus, mengatakan, PSG hendak memelopori gerakan kembali ke kampung. Menurutnya, kehidupan kampung menyimpan kekayaan nilai-nilai kearifan lokal, mulai dari kesederhanaan, kebersamaan dan juga keharmonisan.

“Kebesaran kampus tak bisa lepas dari masyarakat, maka perlu terobosan-terobosan yang mengintegariskan kegiatan akademik kampus dalam komunitas masyarakat, sebagai upaya membangun hubungan harmonis antara kampus dengan masyarakat. Di kampung-kampung pula, tradisi santri terjaga secara nyata,” ujarnya.

Fajar Nugroho dari PCNU Kudus, pada kesempatan itu menilai pentingnya gerakan santri yang berorientasi pada perubahan. Sehingga, pendampingan berbasis aksi yang kontinu, menjadi penting, sebagaimana dipraktikkan para santri Pondok Mathali’ul Falah Kajen asuhan KH. Sahal Mahfudz.

“Kalangan akademisi, mahasiswa dan santri juga bisa melakukannya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau progaram alternatif seperti PHSK ini,’’ tuturnya di hadapan para santri, mahasiswa dan peserta lain yang hadir.

Waket I STAIN Kudus, menuturkan, tak lama lagi institusi tempatnya mengabdi, bakal alih status menjadi IAIN Kudus. Untuk itu, perlu mengintegrasikan budaya akademik dengan masyarakat, khususnya terkait penguatan karakter santri sebagai penjaga kultur Islam Nusantara yang moderat,’’ paparnya.

Dia menambahkan, IAIN Kudus, ke depan siap menjadi gerbang pengawal Islam nusantara yang rahmatan lil’alamin. ‘’Maka setiap unit kegiatan akademik, perlu melakukan pengarusuatamaan Islam yang ramah, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun kultur akademik di luar kelas,” jelasnya.

Sementara itu, PHSK yang digelar di Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah, Honggosoco, Jekulo, Kudus, juga menghadirkan narasumber lain, yakni pasangan suami istri pengasuh pondok tersebut, KH Sofiyan Hadi dan Siti Khadijah Al Hadizah. (nur/ ros)

Comments