Penceramah Diharapkan Berperan Perkuat Moderatisme

0
144
Prof Dr Syamsul Ma’arif

SUKOHARJO, Suaranahdliyin.com – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah (Jateng), Prof Dr KH Syamsul Ma’arif M.Ag., didaulat Bidang PENAISZAWA Kanwil Kemenag Provinsi Jateng dalam Penguatan Kompetensi Penceramahan Agama di Jateng, Jumat (23/10/2020) lalu di Hotel Syariah, Karatusara, Kabupaten Sukoharjo.

Prof Syamsul pada kesempatan itu menyampaikan materi “Gerakan Terorisme Dunia dan Upaya Penanggulangan di Jateng”.

Dalam pandangannya, terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan, kejahatan luar biasa, dan kejahatan lintas Negara. Terorisme merupakan ancaman bagi keselamatan Negara dan Bangsa Indonesia. Terbukti dengan rangkaian peristiwa sejak bom bunuh diri di Bali 2002 hingga terkuaknya jaringan radikal – teror baru.

“Upaya penanggulangan terorisme yang paling efektif, adalah memberdayakan sumber daya nasional, serta berporos pada kemitraan yang efektif antara Negara dan warga masyarakat,” tegasnya.

Ditambahkannya, bahwa kemajuan teknologi digital, lanjutnya, telah dimanfaatkan secara maksimal dalam program pendidikan teroris, propaganda dan perekrutan anggota baru dan penggalangan dana.

“Maka dari itu, penceramah harus berperan memperkuat moderatisme, menanunggulangi penyebaran ajaran radikalisme di tengah masyarakat dengan menyosialisasikan tipologi gerakan radikalisme, membangun harmoni, dan peduli pada kemanusiaan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pencegahan tindak pidana terorisme, adalah upaya mencegah terjadinya tindak pidana terorisme melalui kesiapsiagaan, kontra radikalisme, dan deradikalisasi.

“Hal-hal seperti itu wajib diketahui penceramah di Jateng, karena saat ini aksi terorisme sudah disebar melalui cara-cara baru. Dunia maya, internet, media sosial, adalah cara baru dalam perekrutan anggota kelompok radikal dan teroris. Ide-ide radikal dari jaringan teroris, disebarkan secara massif melalui internet,” ungkapnya. (rls/ ibd,  adb, ros)

Comments