MWC dan Kader NU Jekulo Sebut Nahdliyin Harus Satu Komando

0
191
Konsolidasi Kader NU Kecamatan Jekulo

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Kader NU Kecamatan Jekulo melaksanakan konsolidasi untuk menyukseskan Gerakan Rabu Putih 17 April 2019. Konsolidasi yang dihadiri seluruh kader NU, terdiri atas pengurus MWC dan Banom, ini dilangsungkan di rumah ketua MWC NU Jekulo KH. Shulhan, Selasa (09/04/19).

Hadir dalam acara itu KH. M. Qosim, KH. Miftahuddin, KH. Shulhan beserta jajaran pengurus MWC NU Jekulo dan Banom. Hadir juga Koordinator Kabupaten Kudus Gerakan Rabu Putih, K. Sya’roni Asnawi dan HS. Anas yg memaparkan tentang pentingnya peranan warga NU utk mensukseskan pemilu 2019 kepada para pengurus ranting se-Kecamatan Jekulo.

Sya’roni Asnawi menyampaikan gerakan ini diinisiasi untuk memastikan pemilu 2019 berjalan dengan aman dan damai tanpa ada gesekan. Selain itu koalisi kader NU Jekulo juga dihimbau supaya menciptakan kesejukan dan kejujuran di desa dengan menangkal semua berita fitnah dan mengkampanyekan pencoblosan secara baik tanpa menjelekkan salah satu paslon pilpres.

“Gerakan Rabu Putih ini merupakan pesan damai NU kepada rakyat dan bangsa Indonesia sebagai bagian ikhtiyar Koalisi Kader NU untuk merapatkan barisan dengan solid sampe pada majlis ta’lim, jam’iyyah dan warga nahdliyyin di desa,” kata Sya’roni.

Ketua MWC NU Kecamatan Jekulo KH. Shulhan menyampaikan tentang pentingnya menyamakan komando gerakan untuk membantu Ulama NU yang sedang berikhtiyar berjuang dalam politik kebangsaan, demi menjaga keutuhan NKRI, Pancasila dan Ahlussunnah wal jamaa’ah annahdliyyah.

“Fatwa habib maulana lutfi bin yahya dan fatwa Rois Syuriyah PCNU Kudus KH. Ulil Albab Arwani sudah jelas dan cetho welo welo kemana dan bagaimana kita bergerak dalam pilpres 2019″ ungkapnya.

Menurutnya jika ada yang mengaku NU namun tidak turut membantu KH Ma’ruf Amin harap semua mencatat latar belakang keilmuan, sejarah aktifnya di NU, sanad gurunya dan juga kedekatan orang dan ulama tersebut. Bisa jadi yang seperti itu bukan kader yang militan sebab telah terpengaruh dengan pelintiran-pelintiran di media sosial.

“Warga NU yang tidak mau membantu KH Ma’ruf Amin sungguh ia bukan menyelamatkan NU tapi justru membawa NU dan Indonesia ke dalam langit ideologi kebangsaan yang suram,” tegasnya. (gie/adb)

Comments