Muhammad Ainun Na’im, Sang Pemenang Lomba Logo HSN 2019

0
1529
Muhammad Ainun Naim

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Bagi Muhammad Ainun Na’im (22 th), Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019 bisa dibilang membawa berkah tersendiri. Betapa tidak, baru-baru ini santri Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus Jawa Tengah ini dinobatkan sebagai pemenang lomba logo HSN 2019.

Dalam lomba yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI-NU) ini, Ainun Naim mampu mengungguli 233 peserta lain dari seluruh Nusantara. Atas prestasinya itu, pria beralamat Gondosari Rt 4/4 Gebog Kudus berhak mendapatkan hadiah uang Rp 3 juta dan suvenir senilai Rp 2 juta.

Saat dihubungi Suaranahdliyin.com, putra pasangan Zubaidi -Siti Murwati mengaku senang bahagia atas torehan prestasi tersebut. Ia menuturkan motivasi awal mengikuti lomba adalah ingin membawa nama santri dalam persaingan digital khususnya dalam dunia desain.

“Harinya santri juga harus santri yang mengisi seluruh aspeknya, termasuk logo ini,”ujarnya

Ini karya Muhammad Ainun Naim yang dinobatkan menjadi pemenang lomba logo HSN 2019

Naim menjelaskan logo HSN yang dibuat menggambarkan kata santri dalam bahasa Arab  (سنتري ) yang tertulis secara abstrak dengan menyerupai kobaran api. Keseluruhan logo menunjukkan tanda kobaran semangat santri dalam resolusi jihad NU 22 Oktober pada masa dahulu dan semangat dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada masa kini.

“Lima Titik yang terdapat dalam tulisan sebagai simbol keislaman (rukun Islam) dan keindonesiaan (Pancasila). Gradasi warna hijau dan biru melambangkan tanah air Indonesia dari segala kekayaan alamnya, Warna Emas menunjukkan santri  adalah generasi emas penjaga tradisi keislaman dan keindonesiaan di bumi nusantara,”jelasnya.

Pada momentum HSN 2019, Ia mengharapkan para santri mampu membawa semangat baru di Indonesia untuk lebih giat belajar dan tidak perlu takut bersaing di dunia global.

“Karena para santri adalah bibit unggul yang akan hebat jika selalu diasah.”tandas Naim.

Ketika ditanya, santri kelahiran Kudus 9 Juni 1997 ini mengaku belajar desain secara otodidak dengan bekal pengalaman. Sebelumnya, Ia pernah meraih juara logo harlah IPNU-IPPNU Kudus 2014 dan juara 2 esai HSN tahun 2017 di Surabaya.

“Alhamdulilah, saya senang dengan prestasi ini lantaran bisa membawa nama baik orang tua, daerah, pesantren maupun madrasah,”ujar Naim yang hobi membaca.

Dengan hasil itu, karya Ainun Naim akan digunakan sebagai logo resmi Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019. Selamat..!(adb/ros)

 

Comments