Merawat Literasi Kuno Banyumasan

0
1685
Beberapa Manuskrip (naskah kuno) temuan mahasiswa IAIN Purwokerto yang dipamerkan di arena IPPBMM di Purwokerto

PURWOKERTO,Suaranahdliyin.com – Bagi Niken Sri Utami dan Anisa Amalia, mahasiswa fakultas ushuluddin, adab dan humaniora (FUAH) IAIN Purwokerto, naskah kuno adalah harta literasi yang harus dirawat. Demikian itu disampaikan pada Suaranahdliyin.com di stand expo FUAH dalam arena Invitasi Pekan Pengembangan Bakat Minat Mahasiswa (IPPBMM) ke VII 2018, Rabu (25/04/18).

“Merawat manuskrip (naskah kuno) ini salah satu program kami di FUAH, banyak karya ulama Banyumasan yang belum ditemukan,” ujar Anisa.

Menurut Nisa, digitalisasi naskah menjadi salah satu yang bisa dilakukan untuk merawat manuskrip. Caranya dengan mengambil gambar naskah secara jeli per halaman kemudian disimpan dalam file komputer.

“Kami biasanya ke desa-desa atau daerah pinggiran untuk mencari naskah-naskah tersebut,” katanya.

Desa Dawuhan di Banyumas menjadi daerah paling banyak ditemukan naskah kuno. Banyak warga yang masih menyimpan naskah tersebut meskipun tidak bisa membacanya.

“Biasanya sampe pada berjamur kertasnya,” imbuh Nisa.

Sementara, Niken Sri Utami, menyebutkan fakultasnya telah memiliki puluhan dokumen kuno untuk siap dibaca dan diteliti. Naskah itu meliputi bidang keilmuan fiqih, tauhid, al-qur’an dan ilmu-ilmu Islam lainnya.

“Bahasa yang dipakai dalam naskah itu melayu, arab dan bahasa lokal jawa banyumasan,” tambah Niken.

Mereka berdua berharap ada banyak lagi yang menekuni dokumentasi manuskrip agar harta literasi itu tetap lestari, nilai maupun kandungan ilmunya. (rid)

Comments