Menjadi Orang Tua Cerdas dan Bijak di Era Gawai

0
303

Oleh: Siti Maryati

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat dan canggih, membuat perubahan yang begitu besar dalam berbagai sendi kehidupan manusia dan memunculkan berbagai tantangan. Salah satunya adalah gawai.

Harus diakui, gawai memberikan dampak yang begitu besar pada pola pikir manusia, terhadap apapun. Kini, setiap orang di seluruh Indonesia, bahkan dunia, pasti sudah memiliki gadget. Bahkan tak jarang yang memiliki lebih dari satu gadget.

Aktivitas pemakai gawai, pun tak kenal usia. Pelajar. Mahasiswa. Pekerja. Ibu rumah tangga. Bahkan balita pun sama, sudah mengenal dan aktif menggunakan gadget. Gadget bahkan seringkali menjadi ‘’sarana efektif’’ para orang tua menenangkan anaknya.

Dengan berbagai macam fitur dan aplikasi yang menarik, orang tua banyak yang memanfaatkan gadget untuk menemani anaknya, agar bisa menjalankan aktivitas dengan tenang, tanpa khawatir si anak keluyuran, bermain kotor, atau berantakin rumah.

Maka jangan heran, jika anak-anak di usia yang sangat dini saat ini, sangat piawai mengoperasikan gadget dan fokus pada game (aplikasi) lain secara bebas, dan nyaris tanpa kontrol.

Padahal, anak usia 1-6 tahun adalah fase di mana perkembangannya sangat sensitif. Di fase ini, seluruh aspek perkembangan kecerdasan yang meliputi kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual, mengalami perkembangan yang luar biasa, sehingga yang akan memengaruhi perkembangan selanjutnya. Itu adalah golden age, masa emas anak mengeksplorasi diri dalam berbagai sub kegiatan.

Maka memberikan gadget terus menerus kepada anak, akan berdampak negatif, seperti kurangnya komunikasi dan interaksi anak terhadap orang tua dan lingkungan sekitar, juga kurang terkontrolnya waktu sang anak dalam melakukan aktivitas lain, lantaran ‘’merasa nyaman’’ dengan gadget.

Lalu, hal apa yang harus dilakukan orang tua untuk meminimalisasi kondisi demikian?

Salah satunya adalah dengan membatasi waktu anak memakai gadget, meluangkan waktu untuk anak, menonton tayangan yang bersifat edukatif bersama anak, mengarahkan anak agar menjadi smart user terhadap fasilitas yang orang tua berikan, dan mengadakan tukar pikiran tentang kegiatan mereka di luar rumah.

Selain itu, penting pula orang tua memberikan pemahaman akan peran sosial, sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, dan menyempatkan diri memantau kegiatan anak di luar rumah. Untuk itu, orang tua harus mampu membangun komunikasi yang baik dan lebih perhatian dengan anak.

Tanpa komunikasi yang baik dan perhatian, anak bisa jadi merasa bebas, tidak diperhatikan orang tua, dan pada akhirnya membuat anak cenderung menjadi pribadi yang emosial. Maka hal-hal yang terkadang dianggap remeh seperti ngobrol santai dengan anak atau menanggapi celotehannya, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

Maka menjadi orang tua yang cerdas dan bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi komunikasi, adalah hal yang tidak bisa ditawar di era sekarang. Karena dengan begitu, orang tua bisa menjaga anak dari dampak negatif di satu sisi, dan bisa memberikan masukan untuk memanfaatkan perangkat teknologi komunikasi untuk hal yang positif. Wallahu a’lam. (*)

Siti Maryati,

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (Prodi PMI) pada Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Pati.

Comments