Mengunjungi ‘’Pondok Bareng’’ Peninggalan Mbah Yasin

0
8249
Bangunan Pondok Bareng atau Pondok Al-Qoumaniyah peninggalan Mbah Yasin masih terawat sampai sekarang.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Kendati termasuk kabupaten terkecil di Jawa Tengah, namun dalam hal pendidikan, Kabupaten Kudus termasuk sangat maju. Bahkan banyak lembaga pendidikan di Kudus ini yang menjadi jujugan para orang tua dari berbagai kota di Indonesia, untuk mengirimkan putra-putrinya belajar.

Majunya lembaga pendidikan, ini juga dalam bidang pendidikan agama melalui Pondok Pesantren (Ponpes). Banyak Ponpes berdiri di Kabupaten Kudus, yang salah satu sentralnya adalah di Bareng yang masuk wilayah Kecamatan Jekulo.

Berbagai Ponpes yang ada di Bareng, antara lain Ponpes Al-Qoumaniyyah, Ponpes Darul Mubarok, Ponpes Hanafiyah, Ponpes Darul Falah, Ponpes Darussalam, Ponpes Assanusiyyah, Ponpes Al-Yasir, Ponpes Assanusiyyah, Ponpes An-Nur dan Ponpes Ma’hadul Aitam wa Dluafa.

Namun dari sekian Ponpes yang ada, Ponpes Al-Qoumaniyah yang bisa dibilang paling tua. Dulunya, Ponpes yang didirikan oleh KH. Yasin (Mbah Yasin), ini lebih dikenal dengan Pondok Bareng.

Saat Suaranahdliyin.com bertandang ke Pondok Al-Qoumaniyah yang berdiri sekitar tahun 1923 M. tersebut, nampak bangunan utama pondok masih kelihatan asli. Bangunan pondok terbuat dari kayu dan berdiri dengan sangat sederhana.

Namun bangunan pondok yang sangat sederhana itu, telah melahirkan para santri yang kemudian menjadi tokoh-tokoh besar di kemudian hari. Menurut Kiai Yasin Bin Muhammad, banyak para alumni pondok yang menjadi tokoh besar.

‘’Beberapa alumni tersebut antara lain KH. Muhammadun (Pondohan Pati), KH. Hambali (Kudus), KH. Ma`mun Ahmad (Kudus), KH. Hanafi (Jekulo Kudus), KH. A Basyir (Jekulo Kudus), KH Shaleh (Sayung Demak), Kiai Said (Kirig, Kudus) dan Habib Ali bin Syihab (Mayong Jepara),’’ terangnya didampingi H. Moh Edris, salah satu warga Desa Jekulo.

Salah satu santri sedang mengaji di salah satu kamar (gotakan) pondok.

Perihal Mbah Yasin mendirikan Pondok Bareng, jelas Kiai Yasin Bin Muhammad, adalah atas perintah gurunya, yakni KH. Sanusi (Mbah Sanusi). ‘’Pondok Bareng (al-Qoumaniyah) ini didirikan Mbah Yasin atas perintah Mbah Sanusi, gurunya. Kalau tidak diperintah, nggak berani bikin pondok,’’ tuturnya.

Sepeninggal Mbah Yasin, pengelolaan pondok dilanjutkan oleh Kiai Muhammad Bin Yasin. Dan kini, sepeninggal Kiai Muhammad, Ponpes Al-Qaumaniyyah dilanjutkan pengelolaannya dan diasuh oleh putra-putranya, yaitu KH. M. Mudjib, Kiai Yasin, dan Gus Hidlir. (ros, gie/ adb)

Comments