Memupuk Mental Menjadi Orang Kaya dengan Bersedekah

0
173

Oleh: Izzul Ma’ali S.Pd.

Lazimnya, seseorang itu sangat suka untuk diberi sedekah. Bukan sebaliknya, bagaimana agar dia itu bisa bersedekah kepada orang lain.

Memiliki rasa senang menerima sedekah dari orang lain, memang tidak salah. Tetapi sebenarnya, Islam mengajarkan kita agar selalu menjadi orang yang lebih suka bersedekah. Ingat, bahwa ‘’al-yadul ulya khairun minal yadis sufla’’. Bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Ini adalah sebuah ajaran yang sarat makna di satu sisi, dan jika mau mengkaji lebih dalam, sebenarnya itu adalah sebuah ajaran yang bisa memupuk jiwa seseorang memiliki mental kaya dan sukses.

Betapa tidak. Dengan itu, seseorang akan lebih senang bersedekah atau membantu orang lain yang membutuhkan. Apalagi dalam ajaran lain, juga dikemukakan, bahwa bersedekah itu sama artinya membersihkan harta dan jiwa.

Orang yang suka bersedekah, maka hatinya akan menjadi lebih bahagian dan memiliki arti hidupnya, karena bisa berbagi dengan orang lain. Dan bagi siapa saja yang suka bersedekah, rizkinya juga akan lebih berkah.

Perlu diketahui, padahakikatnya, harta yang disedekahkan itu tidak menjadikan harta seseorang yan bersedekah itu ‘’berkurang’’. Bahkan sebaliknya, Allah Subhanalu wa Ta’ala telah menjanjikan sebagaimana disebutkan dalam al-Quran, bahwa harta yang disedekahkan itu akan dilipatgandakan pahalanya sebanyak 10 kali kebaikan.

Makna dari narasi di atas adalah, bahwa wahai umat Islam di manapun Anda berada, sedekahkanlah sebagian kelebihan dari hartamu, karena dengan bersedekah tidak akan menjadikanmu menjadi miskin.

Sebaliknya, dengan kamu bersedekah, maka kamu menjadi seorang yang kaya secara hakiki, seorang memiliki kekayaan hati luar biasa, hartanya berkah di dunia, dan di akhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan pahala yang berlipat.

Tentu saja, semua itu mesti dilambari dengan kesungguhan. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang senang bersedekah dan berbagi kepada orang lain, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. (*)

Izzul Ma’ali S.Pd.,

Penulis adalah pengasuh panti asuhan Yayasan Darul Ihsan, Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Jepara.

Comments