Mbah Yatun Sebut Gerakan NU Luar Biasa

0
146
KH. Hayatun (Mbah Yatun) menyampaikan berbagai pandangannya tentang NU dan gerakannya dalam silaturahim dengan jajaran PCNU Kudus, baru-baru ini.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Dalam kesempatan bersilaturahim dan bertukar pikiran dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus, KH. Hayatun (Ketua PCNU Kabupaten Jepara) menyebut bahwa gerakan NU sangat luar biasa.

‘’NU gerakannya sangat luar biasa. Namun begitu, untuk merubah warga NU yang belum gerak, harus dilakukan dengan pelan – pelan,’’ ujarnya yang hadir di Aula PCNU Kudus bersama jajaran pengurus NU Bumi Kartini dan Badan Otonom (Banom).

Mbah Yatun –sapaan akrab KH. Hayatun- pun menyontohkan bagaimana luar biasanya gerakan NU. Suatu ketika, katanya, ada kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di salah satu desa di Kabupaten Jepara.

‘’NU dalam TMMD itu mendukung tidak hanya 100 persen, tetapi 150 persen,’’ ungkapnya dengan nada canda disambut senyum para kiai dan jajaran pengurus NU beserta Banom baik dari Kudus maupun Jepara yang datang.

‘’Dalam TMMD itu, hampir bisa dibilang benderanya semua bendera NU. Yang gerak warga NU. Maka warga NU itu gerakannya memang luar biasa,’’ lanjut Mbah Yatun menambahkan.

Dikemukakan pula, bahwa NU itu memiliki aset yang luar biasa besar, baik aset yang bergerak maupun tidak bergerak. ‘’Aset terbesar itu SDM nya. Di Indonesia ini, masyarakatnya paling banyak ikut NU,’’ tuturnya.

Sedang aset tidak bergerak, antara lain adalah masjid – masjid, musala, madrasah, pondok – pondok pesantren hingga perguruan tinggi. ‘’Mana yang harus mendapatkan perhatian terlebih dahulu? Tentu manusianya. SDM – nya. Baik dari sisi pendidikan, ekonomi, kesehatan, akhlak dan lainnya,’’ tegasnya.

Hadir dalam silaturahim itu, dari Kudus terdiri atas KH. Ma’shum AK, KH. Amin Yasin dan Kiai M. Islahul Umam (Syuriyah), KH. Hamdani (Ketua MUI Kudus) H. Asyrofi (Ketua PCNU), juga jajaran pengurus Tanfidziyah, seperti  H. Fajar Nugroho, H. Agus Hari Ageng, H. Didik Hartoko, H. Ahmad Su’udi, H. Sarmanto Hasyim, H. Haryanto, serta H. Kisbiyanto.

Nampak pula Hj. Chumaidah Hamim (Ketua PC. Muslimat), H. Noor Ali (Ketua LPNU Kudus), serta jajaran pimpinan Badan Otonom (Banom) NU Kudus seperti GP. Ansor, PC. Fatayat NU dan juga IPNU – IPPNU.

Sedang dari PCNU Jepara, yakni KH. Hayatun (Ketua Tanfidziyah) bersama jajarannya antara lain H. Hisyam Zamroni, Nur Salim, M. Kholil, Abdur Rosyid, H. Ulul Absor dan H. Samad Soeharto.

Selain itu, ada Hj. Nur Aini dan Hj. Qomariyah (Muslimat), H. Syamsul Anwar dan Kusdiyanto (GP. Ansor), Abdul Jalal, Irham, Saroji dan Izzudin (Banser), Fathul Huda dan Mahali (LP. Ma’arif), M. Chafas (ISHARI), Nur Chadir (Pergunu), Budi (LPNU), Nanik dan Tanti (Fatayat), Jelly Adrian dan Nurus Salam (IPNU), lalu Wiwik Widayati dan Shofwatul Mala (IPPNU). (mail, rid, gie, luh, lam/ adb, ros)

Comments