Mbah Ma’mun, Sosok Disiplin, Tegas dan Dekat Santri

0
650
KH.Ma’mun Ahmad, (Allahumma Yarham)

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Ulama Kudus Almarhum Wal maghfurillah KH. Ma’mun Ahmad merupakan sosok alim yang tegas, disiplin dan selalu dekat dengan santri. Mbah Ma’mun juga sangat kasih sayang kepada para santrinya.

Hal ini disampaikan Abituren Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus yang juga dosen UIN Sunan Ampel Suraba Abdulloh Hamid mengenang pengasuh pesantren TBS langgar Dalem yang saat ini diperingati haulnya ke 17 bersamaan haul ke-31 Nyai Hj. Asnah Ma’mun. Ahad (4/11/2018).

Hamid mengatakan sikap mbah Ma’mun yang tegas dan disiplin selalu ditunjukkan saat ngemong santri ataupun memimpin madrasah – pesantren TBS. Dituturkan, mbah Ma’mun sangat teliti dan memegang prinsip tidak bisa dikompromikan.

“Setiap sebelum subuh biasanya santri-santri diajak pujian (wiridan) ya Hayyu ya Qoyyum sebanyak 41 kali. Terkadang para santri hitungannya ada yang kurang atau lebih dari 41, mbah yai sering tahu dan mengingatkan. Ini salah satu contoh mbah yai yang sangat teliti dengan hal kecil,”tuturnya.

Terkait kasih sayang mbah Ma’mun kepada Santri, Hamid mempunyai kenangan tersendiri. Pada waktu mondok, tutur Hamid, mendapat tawaran mbah Ma’mun untuk dikhitankan. Atas restu orang tuanya, Hamid menerima tawaran tersebut.

“Keluarga saya dari Pati menuju rumah dalem, dibacakan doa dan diselameti. Usai khitan, saya menginap 3- 4 malam dirumati hingga sembuh,”kenang Hamid.

Mbah Ma’mun, kata Hamid, memiliki kasih sayang yang besar terhadap para santrinya. Apalagi, jika anaknya diketahui agak nakal, mbah Ma’mun memberikan perhatian dan mendoakan secara khusus setiap malam.

“Pak Imam Shofwan (mantan ketua PCNU Pati dan alumni TBS) pernah bilang bila anak (santri) yang nakal, mbah yai sering mendoakan khusus tiap malam,”ujar Hamid yang pernah nyantri di pesantren TBS.

KH. Ma’mun Ahmad memimpin doa sewaktu KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sowan di Pondok TBS. Nampak pada kesempatan itu, antara lain KH. Sya’roni Ahmadi dan Habib Ja’far Al-Kaff.

Pada peringatan haul ke 17 KH. Ma’mun Ahmad dan ke 31 Nyai Hj Asnah Ma,mun ini, Hamid mengharapkan masih diakui sebagai santrinya. “Semoga kami masih termasuk santri mbah Yai dan mendapat manfaat dan barokah dari beliau. Alfatihah,”harapnya.

Pada puncak peringatan haul ke 17 Mbah Ma’mun akan diakhiri Senin (5/11/2018) dengan acara ziarah dan Tahlil umum di makam Sedio Luhur Krapyak pukul 15.30 WIB. Malam harinya, pengajian umum bersama KH. Aniq Muhammadun (Pati) dan KH. Yusuf Chudlori (Magelang).(adb)

Comments