Maridinu, Ikhtiar Perkuat Pengelolaan Medsos dan Youtube Nahdliyin

0
319
Para admin medsos Nahdliyin mengikuti Maridinu yang diselenggarakan LTN NU Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH, Suaranahdliyin.com – Lembaga Talif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lombok Tengah, menggelar Madrasah Literasi Nahdlatul Ulama (Maridinu) bertajuk “Kreatif Memproduksi Konten Video untuk Media Sosial dan Youtube”, sebagai ikhtiar melakukan penguatan pengelolaan konten Medsos.

Maridinu digelar di Aula PCNU Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (11/2/2020). Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 50 peserta, yang merupakan para admin Media Sosial (Medsos) dan Youtube Lembaga, Badan Otonom (Banom) dan pengurus pondok pesantren yang berada dibawah koordinasi PCNU Kabupaten Lombok Tengah.

‘’Ini adalah Maridinu kali ketiga yang digelar. Acara serupa sebelumnya, dilangsungkan di Desa Pandan Indah, Praya Barat Daya,’’ terang Ketua LTN NU Lombok Tengah, Ahmad Jumaili. ‘’Kegiatan ini sekaligus memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-94 NU,’’ lanjutnya menambahkan.

Dikatakannya, Youtube saat ini menjadi salah satu Medsos paling popular, yang bahkan mampu menggeser pularitas Facebook dan Instagram. ‘’Dari 150 juta pengguna Medsos di Indonesia, 88 persen pengguna lalu lalang di platform youtube,’’ ujarnya.

Kondisi demikian, jelasnya, menjadi potensi sekaligus tantangan bagi warga NU, yang selama ini melakukan dakwah secara konvensional, padahal jamaah milenial ngumpul-nya di situ. ‘’Akhirnya video-video keagamaan diisi Wahabi. Maka kini saatnya generasi muda NU menguasai platform berbasis video untuk dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah,” tegasnya.

Akbar Abdul Latif Apriaman, salah satu narasumber, mengutarakan, penguasaan Medsos, utamanya youtube, menjadi keharusan bagi generasi milenial NU. “Kelemahan kita pada budaya tulis dan lebih kuat di budaya tutur, harus ditransmisikan melalui aktivitas videografi sesederhana apapun. Melalui youtube, gagasan lebih paling cepat tersampaikan, terlebih kepada generasi milenial,” paparnya.

Latif yang merupkan kontributor Reuters, mengemukakan, sikap tasamuh, tawazun dan moderatisme yang dikembangkan NU, jangan sampai kalah saing dengan kelompok Islam garis keras yang mengampanyekan Islam secara saklek.

“Saya prihatin, dari sekian kata kunci tentang keagamaan dan kebudayaan, misalnya, dikuasai oleh kelompok-kelompok itu. Sangat sedikit warga NU berupaya menyainginya. Maka saya sangat senang ada Maridinu yang dogelar LTN NU ini,” katanya. (rls/ adb, ros, rid)

Comments