LKPP IPPNU Jateng Jelaskan Cara Pencegahan Kekerasan Seksual

0
708
Pengurus LKPP IPPNU Jateng Iftahfia menjadi pembicara seminar anti kskerasan seksual di Batang

BATANG, Suaranahdliyin.com – Lembaga Korps Pelajar Putri (LKPP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama menegaskan perlunya pencegahan kekerasan seksual dalam lembaga pendidikan. Cara pencegahannya bisa dengan membentuk satgas anti kekerasan, kampanye media (sosialisasi), memiliki kesadaran diri dan tersedianya ruang pengaduan.

Pengurus LKPP IPPNU Jawa Tengah Iftahfia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara seminar anti kekerasan seksual yang diselenggarakan LKPP IPPNU Batang dengan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batang, di SMK Ma’arif NU Limpung,Sabtu (24/2/2024).

Iftahfia menguraikan pencegahan kekerasan seksual dalam lembaga pendidikan adalah dengan cara membentuk satgas anti kekerasan seksual. Satgas ini bisa dari satuan kelompok guru atau di lingkungan Ma’arif ada IPNU IPPNU dengan tujuan menangani adanya laporan kasus kekerasan di sekolah atau madrasah.

“Satgas ini tidak hanya bagian dari tenaga pendidik, tetapi juga siswa-siswinya sendiri, agar kita sama-sama tahu letak permasalahannya,” ujarnya.

Cara pencegahan berikutnya, menurut Iftahfia dapat melalui kampanye media atau sosialisasi. Ia menyebutkan pelajar NU Batang di bawah naungan LKPP telah melakukan kampanye media guna menggaungkan dan menarasikan pelajar cegah dan tolak kekerasan seksual di Kabupaten Batang.

“Sasaran kampanye media adalah anak-anak Pimpinan Komisariat IPNU- IPPNU. Dalam kampanye media bisa mention akun LKPP PC IPPNU @ruangsahabat.”jelasya

Upaya lainnya, terang dia, setiap orang harus menumbuhkan kesadaran diri bahwa kekerasan apapun itu tidak boleh terjadi pada dirinya.

“Ini cara mencegah dengan menyadari akan bahayanya aksi kekerasan seksual.”tandasnya.

Kemudian, upaya yang lain adalah menyediakan ruang pengaduan,
“saya rasa untuk menghubungi ruang pengaduan LKPP Batang itu sangat mudah, tinggal chat atau DM. Kalaupun malu bisa menyampaikan bisa lewat DM dengan second akun,”ujar iftahfia.

Rasa malu mengungkapkan kejadian, menurut dia, memang terkadang bisa menjadi momok dalam proses penanganan. “Untuk sekedar menceritakan kejadiannya saja itu berat, jadi menangani kasus ini memang harus benar-benar sabar.” imbuh Iftahfia. (Solekha/adb)

Comments