LDK, OSIS MA NU Miffa Tekankan Nilai Kebangsaan dan Bijak Berkarya

0
274
Peserta LDK menyimak paparan narasumber.

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Organisasi Siswa Intra Sekolah diharapkan mampu menjadi khadim madrasah yang cinta NKRI. Keterampilan kepemimpinan dan pengalaman organisasi yang didapat juga diharapkan mampu menjadi bekal bagi para siswa untuk bijak berkarya.

Hal itu mengemuka dalam forum Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS MA NU Miftahul Falah (Miffa), di aula madrasah, Jumat (18/10/19).

Kegiatan yang bertempat di Aula MA NU Miftahul Falah tersebut diikuti 50an pengurus OSIS yang baru saja dilantik 12 Oktober lalu. Ada empat materi utama dalam kegiatan ini.

Diantaranya, yakni materi kepemimpinan, materi Keorganisasian, materi kebangsaan dan cinta NKRI serta materi tentang menjaga keseimbangan antara belajar dan berorganisasi.

Khusus materi kebangsaan dan cinta tanah air panitia mengundang Ketua PAC GP Ansor Dawe, Saefudin, S.Pd.I, M.Pd., untuk memaparkannya secara rinci.

Ketua panitia Mujtaba Ahmad menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan bekal terkait teknik kepemimpinan dan organisasi. Selain itu, agar pengurus OSIS mampu melaksanakan program, tugas dan kewajibannya dengan baik, sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing.

“Itu lah mengapa kami mengambil tema membangkitkan jiwa kepemimpinan yang kreatif, siap melayani dan bertanggung jawab,” jelas siswa kelas XI IPA E itu.

Dengan begitu, imbuh Mujtaba, seluruh peserta bisa sadar bahwa OSIS adalah khodimul madrasah atau pelayan madrasah yang siap sedia kapan saja. Pun dengan kepemimpinan kreatif para peserta nantinya juga diharapkan bisa mencetak sebuah karya yang berguna bagi bangsa dan negara.

Kepala MA NU Miftahul Falah, H. Asnadi, S.Ag, M.Si., menyatakan bahwa manfaat dan tujuan dari kepemimpinan harus dipahami dengan baik dan benar oleh anak-anak.

Hal tersebut supaya pengurus OSIS periode ini bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan sadar bahwa mereka semua adalah seorang pemimpin, minimal pemimpin untuk dirinya sendiri.

“Bisa memimpin itu penting agar semua dapat tertata dan terkelola secara maksimal, keterampilan itu harus mulai dimiliki sedari sekarang,” ujarnya.

Hadir pula beberapa pengurus OSIS periode sebelumnya untuk berbagi pengalaman yang dikemas dengan model sarasehan. (Mahsun/rid)

Comments