Komentari Teror Bom kepada Pimpinan KPK, Ketua PBNU: Jangan Ada Hoaks

0
190
Robikin Emhas

JAKARTA, Suaranahdliyin.com – Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, Robikin Emhas, angkat bicara terkait dugaan teror bom yang dilancarkan kepada Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam pernyataan persnya, Robikin menilai teror bom merupakan kejahatan sekaligus tindakan terkutuk yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. “Teror bom adalah kejahatan, tindakan terkutuk. Sesuatu yang tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya,” kata Robikin kepada Suaranahdliyin.com, Rabu (09/01/19).

Saya yakin, lanjut Robikin, nyali KPK tidak akan ciut karena hal itu. Justru kami berharap aksi teror tersebut bisa dijadikan pemicu bagi KPK untuk meningkatkan kinerjanya memberantas korupsi dengan lebih baik. “Jangan gentar, janga ragu. Terus lakukan pemberantasan korupsi. Masyarakat bersama KPK,” tegasnya.

Lebih lanjut Robikin meminta kepada masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyebar hoaks menyangkut persoalan ini. “Kita percayakan pengungkapan kasus teror bom ini kepada polisi. Semoga dalam waktu singkat dapat diungkap tuntas,” harapnya.

Perlu diketahui, komentar ini merespons adanya dugaan teror bom yang dialami oleh dua pimpinan KPK, yaitu Agus Raharjo dan Laode M. Syarif. Pada Rabu (09/01/19) dini hari kediaman Laode M. Syarif mendapatkan teror bom molotov dan di rumah Agus Raharjo ditemukan terduga bom pipa yang dibungkus plastik kresek. (rls, rid/ ros, adb)

Comments