Kirab Buka Luwur, Punden dan Belik, Simbol Masyarakat Kudus telah Menyatu

0
1031
Kirab Belik mengusung gunungan

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Kirab punden dan belik sebagai serangkaian acara buka luwur Sunan Kudus kembali digelar setelah dua tahun vakum karena pandemi. Arak-arakan gunungan dan rempah-rempah dari 65 belik di 9 kecamatan se-kabupaten Kudus tersebut diikuti sebanyak 2130 anggota punden dan belik.

Acara dimulai puku 13.00 wib, Senin siang (31/7/2022) dengan rute perjalanan dari Pendopo menuju Menara Kudus. Bupati Kudus HM Hartopo menyambut antusias ribuan peserta kirab yang sudah berkumpul.

Hartopo mengatakan kirab punden dan belik ini adalah wujud penghormatan terhadap Sunan Kudus atas perjuangannya yang telah menyatukan masyarakat Kudus. Hartopo menyebut kirab ini harus terus dirawat dan diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang sebagai tradisi kebudayaan khas Kudus.

“Atas nama pemerintah kabupaten Kudus saya sangat mengapresiasi kirab ini karena menjadi rangkaian dari perayaan 1 Muharram 1444 H, terkait buka luwur ini adalah penghormatan kita terhadap Sunan Kudus dan harus kita rawat,” kata Hartopo dalam sambutannya, Ahad (31/7/2022)

Meskipun persiapan kirab ini hanya seminggu, namun antusias masyarakat begitu luar biasa. Aneka gunungan yang mewakili setiap punden dan belik tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat Kudus atas rempah-rempah yang melimpah.

“Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan kita dan masyarakat Kabupaten Kudus semua,” harapnya.

Selain gunungan, Bupati Kudus juga menyumbangkan satu kerbau berjenis bule. Kemudian Pusaka Agung Kabupaten kudus juga diikutsertakan dalam kirab sebagai pertanda dua simbol kebudayaan Kudus telah menyatu.

Seekor kerbau turut kirab buka luwur, punden dan belik

Ketua Panitia Penyelenggara, Abdul Jalil mengatakan kirab ini hanya diikuti 10 persen dari anggota punden dan belik. Dari 650 punden yang ada di Kabupaten Kudus, hanya diikuti 64 punden dari 9 kecamatan.

Jalil mengungkapkan momentum kirab kali ini merupakan bukti telah menyatunya masyarakat Kudus. Tidak ada lagi sekat dan perbedaan antara Kudus wetan (timur) dan Kudus kulon (barat). Hal ini terbukti dari kekompakan dan kebersamaan masyarakat dalam menggelar kirab.

“Momen kali ini adalah sangat istimewa, gunungan dadi setiap punden belik ini menjadi representasi kita bahwa masyarakat Kudus telah menyatu,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, seluruh gunungan beserta kerbau yang disumbangkan akan diolah oleh panitia buka luwur menjadi 40 ribu nasi berkat yang akan dibagikan kepada masyarakat.

“Sehingga take and give nya nampak, hari ini kita menerima, besok tanggal 10 Muharam kita memberi,”jelasnya.(sim/adb)

Comments