KH. Mahrus Ali Terangkan Masa Hidup dan Mati

0
827
KH Mahrus Ali mauidhah hasanah di kegiatan NU Pasuruan Kidul Jati Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Muballig dari Jepara KH. Mahrus Ali menerangkan perihal masa hidup dan masa mati. Hal itu ia sampaikan dalam mauidhoh hasanah pada pengajian haul sesepuh desa dan pelantikan Fatayatt NU desa Pasuruan Kidul Jati Kidul di masjid Baitul Muttaqin, Kamis (29/2/2024).

Ia menjelaskan ad-dunya mazra’atul akhirat artinya masa hidup merupakan momentum penanaman dan masa mati adalah waktu untuk memanen.

“Maka janganlah mengharap untuk menambah amal ketika telah mati, nikmati saja hasil dari amal ketika hidup.”terang Kiai Mahrus.

Pada kesempatan itu  ia juga berpesan untuk organisasi, jam’iyyah atau kegiatan keagamaan  “ojo amung mangan buahe tok, kudu gelem ngerumat nyirami tanamane. (jika sudah di organisasi jangan hanya menikmati hasilnya, tetapi harus mau membangun dengan baik)”pesan KH. Mahrus.

Haul sesepuh desa Pasuruhan Kidul dikemas dengan rangkaian kegiatan mulai Selasa – Kamis (27-29/2/2024). Diawali kirim doa arwah Selasa/27/2/2024), khataman Al Qur’an (28/2/2024) dan Kamis (29/2/2024) ziarah kubur serta ditutup pengajian umum dan pelantikan Fatayat NU Pasuruhan Kidul.

“Acara kirim doa kepada arwah ini dilaksanakan sebagai salah satu program kerja yang sudah dijalankan di kepengurusan Nahdlatul Ulama bertahun-tahun,”terang ketua Panitia Sofyan.

Kegiatan untuk mengisi bulan Sya’ban ini, kata Sofyan, sebagai upaya warga Pasuruhan Kidul untuk mengingat leluhur-leluhur di desa.

“Karena dengan mengingat leluhur-leluhur dapat mengingat kita dalam kehidupan setelah di dunia, ” imbuhnya.(choirul/adb)

Comments