KH. Hasyim Asy’ari, Sosok yang Berhasil Melakukan Harmonisasi Antara Negara – Agama

0
985
H. Robikin Emhas, Ketua Harian PBNU (Foto. Dokumentasi Pribadi)

JAKARTA, Suaranahdliyin.com – 14 Januari 2020. 149 tahun lalu, KH. Hasyim Asy’ari terlahir ke dunia. Warga NU di seluruh penjuru dunia, berdoa untuknya dan para pendiri NU lain, seraya mengingat dawuh dan perjuangan para pendiri NU.

Hal yang selalu direfleksikan dalam momen ini, antara lain mengingatkan kembali jasa KH. Hasyim Asy’ari yang luar biasa. Yakni keberhasilannya melakukan harmonisasi hubungan agama dan negara.

‘’Jika di kawasan Timur Tengah dan belahan bumi lain agama dan negara belum berelasi baik, bahkan dipertentangkan warga dan pemeluk agamanya sehingga terus terjadi konflik, maka tidak di Indonesia,’’ terang H. Robikin Emhas dalam keterangan pers yang diterima Suaranahdliyin.com, Jum’at (14/2/2020).

Mengapa itu terjadi? ‘’Karena di Timur Tengah jarang dijumpai tokoh nasionalis yang sekaligus ulama. Yang nasionalis bukan ulama. Yang ulama tidak nasionalis. Kalau toh ada tokoh nasionalis dan sekaligus ulama, ia minoritas,’’ lanjut Ketua Harian PBNU tersebut.

Maka, ujar H. Robikin Emhas, Indonesia mesti bersyukur karena memiliki tokoh besar: nasionalis sekaligus ulama; ulama sekaligus nasionalis. Beliau berhasil merumuskan hubungan agama dan negara. ‘’Bagi KH. Hasyim Asy’ari, agama dan negara tidak saling bertentangan, melainkan bisa berjalan seiring. Bahkan saling memperkuat,’’ terangnya.

Tak heran jika KH. Hasyim Asy’ari dipandang sebagai sosok luar biasa, karena keberhasilannya merumuskan hubungan harmonis antara agama dan negara. ‘’ KH. Hasyim Asy’ari adalah pejuang kemerdekaan RI dan pendiri NU. Hubungan negara dan agama dirumuskannya melalui ungkapan yang sangat bernas, yakni hubbul wathan minal iman (nasionalisme bagian ajaran agama),’’ tutur H. Robikin Emhas. (rls/ adb, ros, rid)

Comments