KH Ahmad Charir: NU Ujung Tombak Lestarikan Tradisi Sadranan

0
807
Warga antusiasi menghadiri sadranan

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali, KH Ahmad Charir, menyampaikan pelajaran hidup, motivasi, dan sejarah pentingnya melestarikan sadranan dalam bingkai ajaran ahlussunah wal jamaah an nahdliyah.

“Nahdlatul Ulama (NU) memang menjadi ujung tombak Nusantara dalam melestarikan tradisi Sadranan (Ruwahan) di Bumi Pertiwi,” katanya dalam Sadranan yang diselenggarakan Kebayanan Kadus 3 Mojolegi-Klebengan, Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali pada Ahad (12/3/2023) pekan lalu.

Dia menyampaikan, sadranan harus dilaksanakan penuh khidmat. Sebagai momentum mengingat jasa leluhur dan sekaligus membangun kebersamaan agar lebih mempererat jalinan ukhuwah (persaudaraan) dan silaturahmi warga.

Pada kesempatan itu, acara dibuka dengan pembacaan shalawat dipimpin Nyai Lutfiah Munir diiringi hadrah Al-Huda, dilanjutkan “Tahlil Kubro” yang dipimpin oleh Kiai Suratno.

Ketua pelaksana yang juga Ketua Pengurus Ranting (PR) NU Desa Jeron, H Wardi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan sadranan itu. “Alhamdulillah, sadranan kali ini sukses dilaksanakan atas kerjasama warga dari tujuh RT, keluarga besar yang dimakamkan di maqbarah Kadus 3, dan juga PR  NU Jeron sendiri,” ujarnya.

Aneka penganan untuk selametan tertata rapi di tengah penyelenggaraan sadranan

Kepala Desa Jeron, Joko Supono, berharap acara ini bisa rutin digelar. “Semoga ke depan, sadranan bisa terlaksana dengan lebih baik dan bisa terus lestari,” harapnya dalam sadranan yang ditutup dengan doa bersama dan selamatan. (sulis, sis/ ros, rid, adb)

Comments