Ketika Ketua Fatayat NU Kudus Tertarik Tanaman Organik

0
2168
K. Imam Fatoni saat menerima kunjugan dari Ketua PC Fatayat NU Kudus Nik Hayati dan kawannya di lahan sayuran organik di atas dak rumahnya.( Foto dok K. Imam For Suaranahdliyin.com)

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Keberhasilan seorang dai asal Kudus Kiai Imam Fathoni mengembangkan tanam sayuran organik di atas dak rumahnya, mengundang daya tarik para aktivis organisasi. Sejak awal pekan Ramadan ini, beberapa aktivis perempuan NU banyak yang berkunjung ke kediamannya dukuh Kebonalas Besito Gebog Kudus.

Seperti Rabu (29/4/2020) kemarin, Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kudus Nik Hayati bersama kawan-kawannya datang melihat-lihat tanaman organik yang dibudidayakan pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kudus tersebut.

BACA JUGA : Kiai Imam Fathoni Sulap Dak Rumah Jadi Lahan Tanaman Organik

Pada kesempatan itu, Nik Hayati mendapat banyak pelajaran terkait pemanfaatan lahan sempit di rumah dan proses menanam sayuran organik dengan menggunakan media ala kadarnya hingga manfaat sayuran organik.

“Kami terkesan sangat mendalam yang dilakukan yi Imam Fathoni. Lahan sedikit di rumah ternyata bisa ditanami beribu sayuran dan buah-buahan,”ujarnya kepada Suaranahdliyin.com, Rabu (29/4/2020)

Nik Hayati mengatakan model bertanam sayuran organik seperti ini sangat cocok dikembangkan kaum perempuan (Fatayat) di rumah. Kendati prosesnya membutuhkan  kesabaran dan ketelitian.

“Tetapi, ini sangat cocok bagi ibu-ibu yang hobi memasak, kita bisa memetik sendiri tanpa harus membeli.”tandasnya seraya ingin agendakan pelatihan bertanam sayuran organik di kalangan Fatayat NU Kudus.

Di tengah situasi pandemi, ia mengajak kader Fatayat bisa memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya dengan tetap kreatif supaya bisa bertahan di tengah situasi sulit. “Salah satunya, meniru bertanam seperti yang dicontohkan bapak kiai Fathoni,”imbuh Nik Hayati.

Saat menerima kunjungan itu, kiai Imam Fathoni mendorong kader Fatayat NU bisa menggerakkan bercocok tanam sayuran organik di rumah. Disamping menyehatkan lantaran tanpa menggunakan obat kimia, juga mampu menjaga ketahanan pangan keluarga di masa yang akan datang.

“Apalagi dalam situasi pandemi yang membawa dampak terutama masalah kesejahteraan dan ekonomi, bercocok tanam sayuran menjadi alternatif kesibukan yang membawa manfaat bagi keluarga,”katanya.

Yi Thoni menyatakan kesiapannya memberikan pelatihan dan pendampingan bercocok tanam organik kepada kader-kader Fatayat. “Silakan manakala  Fatayat NU Kudus mau mengadakan pelatihan, saya siap mendampingi mulai tehnis hingga praktek bertanam,”imbuh guru MINU Miftahul Huda Sudimoro Karangmalang Gebog Kudus ini.

Ketika hendak mau pulang, Nik Hayati dan kawan-kawan mendapat oleh-oleh sayuran hasil memetik sendiri dari lahannya yi Thoni di atas dak rumah, Diantaranya, jeruk wangi, terong, kemangi, Kucai, bayam merah dan lainnya. (adb/rid)

Comments