Kembali ke Pondok, Santriyah Jalani Rapid Tes
Kepala Dinkes Kunjungi PTPYQ2M

0
259
Pengasuh PTPYQ2M KH Nur Khamim berbincang dengan Kepala Dinkes Kabupaten Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus mengunjungi Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ2M), dalam rangka penyelenggaraan rapid tes. Rapid tes diwajibkan kepada seluruh santriyah yang kembali ke pondok, sebagai screening atas kondisi kesehatan santriyah.

Kepala Dinkes Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto SH MM, menguatarakan hal itu saat melakukan pengecekan pelaksanaan rapid tes di halaman PTPYQ2M. “Harapannya, setelah rapid tes ini, pondok tetap memperhatikan protokol kesehatan, antara lain mengenakan masker, APW, cuci tangan dan lain sebagainya,” terangnya, Selasa (23/6/2020) kemarin.

Kepala Polisi Sektor Dawe, Bambang Santoso, saat berkunjung ke PTPYQ2M terkait kedatangan santriyah dari berbagai daerah, mengungkapkan, bahwa sarana pra sarana yang disiapkan sudah sesuai protokol kesehatan. ‘’Semoga dalam pelaksanaan kegiatan, tetap mematuhi protokol kesehatan,” pesannya.

KH Nur Khamim Lc Pg.D, menyampaikan, bahwa Yayasan Arwaniyah Pusat sudah memberikan rambu-rambu yang harus diikuti, terkait kembalinya santri dan santriyah ke pondok. Untuk selanjutnya, terkait kesiapan diserahkan kepada masing-masing unit. “Kami sudah siap, jika ada evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan ini. Banyak masukan dan saran yang kami terima, di antaranya dari Camat Dawe, Bapak Amin Rahmat,’’ tuturnya.

Sementara itu, pelaksanaan rapid tes di PTPYQ2M, sebagai upaya deteksi dini terhadap Covid – 19. “Hasil tes rapid selama dua hari di pondok ini, secara keseluruhan non reaktif. Meski begitu harus tetap waspada. Jaga jarak dengan siapapun. Dan jaga diri dimanapun berada,” kata Heni Febriana SKM M.Kes, kepala Puskesmas Rejosari, baru – baru ini.

Dinkes Kabupaten Kudus saat meninjau PTPYQ2M, belum lama ini

Pelaksanaan rapid tes dibantu sejumlah tenaga medis, di antaranya dr Kristina P, Khayatun S.Kep, Adi Sis P S.Kep, Setyo Sri W S.S.T.Kep, Harsini Amd. AK, dan Novi Luthfiana Amd.

Koordinator UKS PTPYQ2M, Siti Nur Khayati A.Md.Keb, mengatakan, kendati hasil rapid tes menunjukkan non reaktif, namun tetap harus tetap waspada. ‘’Harus selalu waspada, terlebih pada Orang Tanpa Gejala (OTG),” terangnya. (fid/ adb, rid, ros)

Comments