Dari Pelatihan Erobrick, Pemuda dan Santri Didorong Peduli Limbah Plastik 

0
148
Peserta pelatihan tengah praktik memanfaatkan limbah

JEPARA ,Suaranahdliyin.com – Pemuda-pemudi di masyarakat dan santri yang ada di pesantren di Kabupaten Jepara didorong untuk peduli terhadap limbah plastik yang saben hari terus meningkat.

Dorongan itu diinisiasi tim KKN Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama IPNU-IPPNU dan Karang Taruna Desa Gemulung Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara yang menggelar Pelatihan Ecobrick bersama 20 peserta di Balai Kepemudaan Desa Gemulung, Sabtu (9/2) malam.

Selain acara tersebut, awal pekan kemarin, Selasa (5/2) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Region Kedung, Tahunan, dan Karimunjawa juga menyelenggarakan acara serupa.

Kegiatan yang diikuti santri pesantren yang bertujuan mengenalkan pemanfaatan plastik bekas menjadi barang yang lebih berguna ini di pusatkan di Pesantren Al Mustaqim Desa Bugel Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara.

Afif, koordinator desa (kordes) KKN Undip mengatakan pelatihan bagi pemuda itu diharapkan mampu mengurangi limbah plastik di pembuangan sampah yang sudah menggunung.

“Dan mengajak organisasi kepemudaan desa mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih cerdas menggunakan plastik yang telah terpakai agar bisa dimanfaatkan lebih baik, syukur bisa memiliki nilai jual,” kata dia.

Pengurus IPNU Ranting Gemulung, Failasofa Shidqi Novian menambahkan gerakan tersebut berangkat dari keresahan akan banyaknya sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Sedangkan kita tahu sampah plastik susah terurai dan berbahaya pencemarannya terhadap alam terutama tanah,” papar Sofa, Ketua IPNU Gemulung ini.

Hasil pelatihan  akan diajukan ke pemerintah desa (Pemdes) agar bisa mendapatkan support lebih dan akan dilanjutkan kepada anggota IPNU-IPPNU bersama Karang Taruna untuk melengkapi sekaligus memperindah wana wisata air yang ada di desa Gemulung yaitu Sendang Kamulyan.

“Sembari mengajak masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang bisa digunakan lebih baik lagi lebih-lebih memiliki nilai jual,” imbuhnya.

Peserta anstusias mengikuti pelatihan

Secara terpisah, Pondok Al Mustaqim bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Industri (TI) Fakultas Saintek Unisnu Jepara juga mengadakan kegiatan yang sama. Pengasuh Pesantren Al Mustaqim, KH  Sholahuddin Muhsin Ali mengutarakan lewat kegiatan di pesantrennya  ini harapannya memberi kesadaran santri akan bahaya sampah plastik.

“Dan pelatihan juga mengcreate skill mereka,” terang Gus Sholah yang juga Ketua Yayasan Muhsin Ali ini.

Iskandar Zulkha, santri yang menjadi salah satu peserta pelatihan mengaku bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri untuk mengenal limbah dan cara pengolahannya karena di pesantren juga ada problem terhadap limbah plastik. (ip/adb)

Comments