Cerdas Literasi Perintah Allah Pertama Kali pada Nabi Muhammad

0
494
Pelatihan literasi media digelar Kesbangpol Jateng

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Bertempat di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Provinsi Jawa Tengah, dosen STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda mengajak puluhan PNS Kesbangpol melek literasi media digital.

Menurutnya, al-Quran adalah kitab yang diturunkan agar umat cerdas literasi, karena perintah Allah SWT. pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. adalah perintah membaca. “Perintah Allah pertama kali tidak lah bekerja, nikah, atau salat, tetapi iqra’, bacalah,’’ terangnya.

Pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng ini, mengutarakan hal itu di hadapan puluhan peserta yang didominasi abdi negara (PNS), dalam kegiatan ‘Pendidikan dan Pelatihan Literasi Media dan Jurnalisme Umum’ dalam rangka menajamkan PPID di Badan Kesbangpol Jateng, yang digelar Rabu-Kamis, 6-7 Desember 2017.

‘’Al-Quran merupakan kitab literasi, sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur dan Injil. Dalam al-Quran, perintah membaca ada 89 kali dan menulis 303 kali. Maka sesuai pilar literasi yaitu baca, tulis dan arsip, puncak dari literasi adalah tulisan karena ia akan abadi,” ungkapnya.

Diuraikanya, tradisi literasi menjadi solusi atas kondisi rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan bisa mendorong akselerasi kualitas literat dan memberantas buta aksara, buta informasi dan buta media di negeri ini.

“Tantangan kita, terutama abdi negara di Badan Kesbangpol adalah banjir informasi, serangan hate speech, hoax dan fake news. Ada sekitar 800 ribu situs penyebar hoax sampai akhir 2016. Lalu kita adalah jam’iyah medsosiyah, pengguna aktif gawai, tetapi masih nggak paham cara menyeleksi, mengakses dengan bijak dan tidak mampu membedakan mana berita orisinil dan mana berita palsu,” tegasnya.

Dalam pandangannya, litesi media digital, tidak sekadar mengetahui jenis media daring, siber atau online dan membedakannya dengan medsos. “Lebih dari itu, harus mampu memetakan, mana media pers, blog dan mana website milik lembaga atau pemerintah. Tidak semua situs bisa atau layak dikonsumsi,” tandasnya.

Sementara itu, selain Hamidulloh Ibda, hadir pula sebagai narasumber dalam kesempatan itu, Handoko Agung Saputra S.Sos (Komisioner KIP Jawa Tengah), Didit Suryo (Timlo.net), Setyo Puji (Bengawan Institute), Daryono (Tribun Solo/ Sekretaris AJI Solo), M. Dimas Saputro (Programmer Udinus), serta Aldian (Bengawan Institute). (rls, mds/ ros)

 

Comments