Cegah Demoralisasi, Fasilitasi Pelajar dengan Kegiatan Positif

0
249
Korbid PP IPPNU Septianty dalam jagong diskusi PK IPNU-IPPNU MANU ALhidayah Getasrabi

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU MA NU Al Hidayah Getassrabi Gebog Kudus mengadakan jagong bareng yang mengangkat tema rekonstruksi moral pelajar di era milenial, Rabu (9/10/2019). Dalam acara yang bertempat di aula madarasah itu, mereka menghadirkan dua nara sumber Septianti (Koordinator bidang kaderisasi PP IPPNU) dan M. Chasan Fauzi ( Ketua PC IPNU Kudus).

“Keprihatinan akan moral pelajar saat ini yang masih terlihat buruk menjadi salah satu alasan pimpinan komisariat untuk mengadakan diskusi tersebut,”ujar ketua PK IPNU-IPPNU Al-Hidayah Zadit Taqwa..

Dalam paparannya,Korbid KaderisasiPP IPPNU Septianti mengajak pelajar untuk melakukan instrospeksi tentang keadaan pelajar saat ini dan masalah apa yang terjadi serta bagaimana seharusnya pelajar berperan. Dari beberapa pendapat dari audience, mereka menyepakati bahwa diantara moral pelajar masih melihat banyak negatifnya. Akan tetapi, mereka sadar bahwa dalam diri mereka ada potensi untuk mengubah moral pelajar.

Septi memberikan berbagai solusi yang dapat dilakukan untuk mengubah moral pelajar menjadi lebih baik. Solusi tersebut diantaranya, memfasilitasi pelajar dengan kegiatan positif baik di lingkungan rumah, madrasah maupun masyarakat.

“Kegiatan pelajar sangat bervariasi, segala potensi yang ada pada diri pelajar dapat dikembangkan ke arah yang positif.”ujarnya.

Ia menandaskan IPNU-IPPNU merupakan satu tempat yang tepat, yang dapat dijadikan rumah pelajar untuk belajar mengasah diri dan potensi yang mereka miliki. Apalagi belakangan ini, semakin banyak potensi-potensi pelajar NU yang sudah go internasional.

“Semangat itulah yang diaharapkan menjadi satu ghiroh pelajar untuk menjadi insane yang lebih berartabat.”tegas Septi, sapaan akrabnya.

Sementara M. Chasan Fauzi banyak mengajak pelajar millennial untuk menjadi smart people dalam menggunakan smartphone nya. “Kita harus cerdas memanfaatkanSmart people dengan memilih informasi, melakukan tabayyun serta menyebarkan syiar-syiar Islam Ahlussunnah Waljamaah,”ujarnya.

Saat ini, jelas dia, konten pelajar banyak dikuasai oleh orang-orang yang memiliki misi tertentu dengan membidik pelajar sebagai sasaran yang tepat bagi mereka. “Sehingga,hal ini akan menjadi petaka apabila tidak dibarengi dengan kecerdasan kita dalam mengambil informasi. “ujar Fauzi.

Diskusi yang dihadiri ratusan pelajar ini berjalan gayeng. Paparan narasumber mendapat respon positif dari kalangan pelajar.

Saat session dialog, peserta diskusi menyatakan kesiapannya untuk bersama mengajak teman sebayanya untuk memperbaiki dan mengubah wajah pelajar menjadi lebih cerah dengan cita-cita yang tinggi, potensi yang dimiliki, serta memanfaatkan teknologi dengan baik.(spt/adb)

Comments