Berbahaya, Ganjar Imbau Masyarakat Tak Main Petasan Jelang Lebaran

0
500
Gubernur Jateng foto bersama usai koordinasi lintas sektoral/ foto: istimewa

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat agar tidak bermain petasan. Imbauan itu disampaikan untuk mengantisipasi kejadian yang dapat membahayakan masyarakat.

“Saya pesan kepada masyarakat, menjelang Lebaran, terutama 10 hari terakhir bulan Ramadan ini, hentikan permainan petasan,” katanya, Rabu (12/4/2023) kemarin.

Menurutnya, masih banyak cara yang lain untuk merayakan Lebaran tanpa menyalakan petasan. Misalnya, menggelar kegiatan yang meriah dan lebih bermanfaat, atau bermain permainan lain yang tidak berpotensi bahaya. “Tidak perlu (bermain petasan). Kita bisa menggunakan cara yang lain yang lebih meriah,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah mengeluarkan larangan agar masyarakat tidak memproduksi petasan selama Ramadan dan Lebaran tahun ini. Larangan dikeluarkan setelah terjadi beberapa kasus petasan yang menimbulkan korban, antara lain di Kebumen, Jepara, dan Magelang.

“Mungkin pemuka agama atau khotib bisa menyampaikan dan memberikan pemahaman kepada umat terkait keamanan dan bahaya petasan,” paparnya.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, menyampaikan, selama Ramadan, kepolisian sudah menangkap 98 orang terkait kasus petasan. Bahkan, beberapa kasus di Jawa Tengah sudah mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

“Kami sudah menyita dan disposal hampir satu ton barang bukti (petasan). Ini selalu berulang. Habis Magelang, muncul Jepara, lalu muncul Kebumen. Masyarakat kita belum sadar, di mana itu (bermain petasan) ada poin mengganggu ketertiban umum,” tuturnya. (rls/ ros, rid, adb)

Comments